Astronomy News

Peresmian Mobile Observatory Planetarium & Observatorium Jakarta


Selasa pagi, 26 Maret 2011 dilaksanakan peresmian Mobile Observatory milik Planetarium dan Observatorium Jakarta di area gedung Dinas Pendidikan Pusat di Jalan Gatot Subroto Jakarta. Peresmian ini sebagai tindak lanjut dari telah rampungnya pembuatan mobile observatory yang telah dimulai sejak lebih dari pertengahan tahun lalu.

Pembuatan mobile observatory ini dipercayakan kepada produsen mobil lokal karoseri New Armada yang bermarkas di Magelang, Jawa Tengah. Pembuatannya sendiri sempat tertunda beberapa bulan karena bencana musibah meletusnya gunung merapi pada akhir oktober dan awal november tahun lalu. Namun, saat bencana itu mulai mereda, rencana pembuatan kembali berlanjut.

Gambar 1. Tim dari Planetarium dan HAAJ meninjau langsung pembuatan bus mobile observatory di pabrik New Armada, Magelang

Pembuatan mobile observatory ini sendiri terwujud berkat kerjasama antara Planetarium & Observatorium Jakarta sebagai pemilik dan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta sebagai penyedia teleskop dan konsultan teknisnya. Adalah Penasehat HAAJ, bapak Virgo Rustianto, sebagai pemegang hak lisensi teleskop merek Vixen untuk Indonesia yang menjadi pemenang tender pengadaan perangkat telescope pada mobile observatory ini. Selain itu, sebagai konsultan teknisnya, Pak Virgo memilih Penasehat HAAJ sekaligus salah satu Pendiri HAAJ, Bapak Djuhana Widjajakusumah.

Selain Pak Djuhana, pak Virgo juga memilih Ketua HAAJ saat itu, Alm. Tersia Marsiano, juga sebagai konsultan teknis perangkat telescope dan asesorisnya. Selain kedua ‘sesepuh’ HAAJ itu, terlibat juga secara signifikan, Bapak Mutoha Arkanuddin yang merupakan ketua klub astronomi kota jogjakarta, Jogja Astro Club (JAC). Selain sebagai konsultan teknis, Pak Mutoha, yang berdomisili di Kota Jogjakarta, juga praktis menjadi ‘tuan rumah’ setiap kali rombongan Tim dari Planetarium Jakarta meninjau perkembangan pembuatan bus yang digunakan untuk mobile observatory ini di Magelang yang praktis berdekatan dengan kota Jogjakarta.

Gambar 2. Pengecekan peralatan Teleskop yang akan di pasang dalam Mobile Telescope.

Sesaat setelah bencana merapi mereda dan rencana pembuatan mobile observatory kembali dimulai, datanglah kabar duka yang sangat mendalam dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Ketua HAAJ saat itu, Bapak Tersia Marsiano berpulang ke Rahmatullah dalam usia 33 tahun. Dalam usia yang masih sangat muda dan masih dalam semangat berkarya yang tinggi, beliau wafat karena sakit asma yang telah lama dideritanya. Namun, pukulan telak itu tidak membuat kami patah arang untuk meneruskan pembuatan mobile observatory yang telah menjadi cita-cita dan impian beliau sejak lama demi majunya astronomi Indonesia.

Perjuangan itu diteruskan dengan semangat yang lebih menggebu. Saya (penulis) didaulat untuk menggantikan posisi almarhum demi terlaksananya pembuatan mobile observatory ini, sesuai dengan yang kami harapkan. Kami meninjau langsung pembuatan mobile observatory ini di pabrik karoseri New Armada di Magelang untuk memastikan pembuatannya sesuai dengan desain yang diinginkan. Hal ini perlu dilakukan terutama berkaitan tentang fungsi utama mobile observatory sebagai sebuah observatorium berjalan, yang artinya beberapa aspek tentang fungsi sebuah observatorium harus dapat dipenuhi. Ada banyak kendala mengenai hal ini, namun secara umum, pada akhirnya dapat selesai dengan baik.

Gambar 3. Percobaan pemasangan teleskop sekaligus mengukur seberapa besar bukaan yang dibutuhkan.

Mobile Observatory ini dilengkapi dengan 4 teleskop yang berbeda:

1- Refraktor Vixen ED 115. Teleskop berbasis lensa ini cocok untuk pengamatan benda-benda tata surya yang besar seperti matahari, bulan dan planet-planet. Dengan diameter lensa sebesar 115 mm dan panjang fokus 890mm, teleskop ini juga dapat digunakan untuk pengamatan hilal penentuan awal bulan hijriah. Coating khusus ED membuat teleskop ini menghasilkan image yang sangat tajam. Teleskop ini juga dilengkapi dengan filter White Light ND5 Thousand Oaks untuk pengamatan matahari.

2- Schmidt Cassegrain Vixen VC200L SXW. Teleskop ini memanfaatkan teknologi catadioptrik dengan menggabungkan lensa dan cermin dalam 1 tabung teleskop dan menjamin magnifikasi yang besar dalam pengamatan. Dengan diameter lensa dan cermin utama sebesar 200mm dan panjang fokus 1800mm, teleskop ini cocok untuk pengamatan Deep Sky Object seperti galaksi, nebula, open cluster dan objek-objek jauh lainnya. Sama seperti teelskop refraktor yang di atas, teleskop ini juga dilengkapi dengan filter White Light ND5 Thousand Oaks untuk pengamatan matahari.

3- Lunt LS80T Hydrogen Alpha Solar Telescope. Teleskop yang dibuat khusus untuk pengamatan matahari dengan menggunakan filter Hydrogen Alpha sebagai basis penggunaan media kolektor cahaya. Berbeda dengan Filter White Light ND5 yang telah melengkapi 2 teleskop sebelumnya, Teleskop dengan filter Hydrogen Alpha menghasilkan citra yang tidak biasa seperti yang dilihat jika menggunakan filter lainnya. Jika dengan filter ND5 kita hanya bisa melihat fenomena bintik hitam matahari (Sun Spot), dengan filter Hydrogen Alpha kita dapat melihat lebih banyak fenomena dinamika permukaan matahari lainnya seperti flare, prominensa, granulasi dan filamen. Penampakan sunspot pada citra hydrogen alpha juga nampak lebih jelas dan lebih detail dibanding yang dihasilkan oleh filter ND5. Teleskop ini sangat cocok untuk digunakan sebagai alat penelitian matahari.

4- Giant Binoculair Vixen BT80M-A. Sepasang teleskop kembar dengan masing-masing diameter sebesar 80mm dan dirangkai menjadi sebuah binoculair besar. Dengan panjang fokus sebesar 900mm menjamin signifikasi yang cukup besar untuk dapat mengamati benda-benda langit. Dengan dua buah teleskop sekaligus yang dirangkai dan dikalibrasi, memungkinkan kita mendapat view langit yang luas tanpa mengurangi signifikasi medan pandang. Teleskop ini cocok sekali untuk menikmati lautan bintang di daerah padat bintang, galaksi bima sakti.

Keempat teleskop ini ditunjang oleh 3 macam tripod / pilar dan mounting yang berbeda-beda sebagai tempat dudukannya. 1 buah pilar ditanam di dalam bus mobile observatory sebagai perangkat teleskop utama. Pilar tersebut dilengkapi dengan Vixen New Atlux, sebuah Mounting tipe Equatorial robotik bermotor yang dapat digerakkan secara otomatis dengan remote control dan koneksi software simulasi langit di komputer. Teleskop 1 dan 2 akan digunakan secara bergantian sesuai dengan keperluan pada pilar utama mobile observatory ini. Sedangkan teleskop 3 dan 4 memiliki tripod manual masing-masing yang akan diletakkan di luar mobile observatory.

Selain perangkat teleskop, mobile observatory ini juga dilengkapi dengan peralatan rekam gambar atau kamera khusus astronomi, yaitu kamera CCD SBIG ST-8300. Kamera jenis ini diperlukan untuk keperluan penelitian dan dokumentasi benda-benda langit. Kamera ini juga telah dilengkapi oleh beberapa software untuk keperluan olah citra khusus astronomi. Selain kamera khusus astronomi ini, Mobile observatory juga dilengkapi dengan kamera DSLR professional untuk keperluan dokumentasi ringan. Untuk keperluan kontrol teleskop dan olah citra gambar, juga dilengkapi 1 buah PC dan 1 buah Notebook dengan spesifikasi tinggi.

Gambar 4. Suasana peresmian yang dilakukan di lobi gedung Dinas Pendidikan Pusat Jakarta

Saat ini, mobile observatorium sudah terparkir di salah satu sisi halaman Planetarum Jakarta dan siap untuk di fungsikan setelah beberapa saat yang lalu telah diresmikan oleh pihak Dinas Pendidikan Pusat sebagai salah satu wahana yang paling diandalkan untuk dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam mempopulerkan ilmu astronomi di tanah air. Sampai saat tulisan ini diturunkan, telah 2 kali mobile observatory ini bertugas menjalankan misinya di 2 sekolah berbeda di pelosok Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Setelah ini, kita berharap mobile observatory dapat lebih meningkatkan kinerjanya dalam menjelajah tiap wilayah untuk memasyarakatkan ilmu astronomi.

Gambar 5. Kenang-kenangan yang diberikan kepada kepala dan wakil Dinas Pendidikan pusat berupa foto hasil percobaan pengamatan matahari.

Dalam prakteknya, HAAJ selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan mobile observatory sebagai bagian dari pelaksana teknis pengamatan. Dengan begitu kami juga berperan aktif dalam misi mulia ini, sesuai dengan visi HAAJ. Selain itu, dari sisi sejarah, ide tentang pembuatan mobile observatory ini salah satunya juga datang dari almarhum ketua HAAJ kami sebelumnya, Alm. Tersia Marsiano. Setelah bergabung dengan Planetarium Jakarta sebagai Penceramah Pertunjukan, ide tentang pembuatan mobile observatory itu semakin menjadi kenyataan.

Gambar 6. Tour Mobile Obseravtory pertama ke Sekolah SDN 04 Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Dan pada akhirnya, saat ini impian beliau pun telah menjadi kenyataan dan kami pun tahu persis, setengah jiwa beliau ada di mobile observatory itu. Hal itu yang kemudian menjadikan kami lebih bersemangat untuk dapat menjalankan visi HAAJ dalam memasyarakatkan ilmu astronomi demi terciptanya masyarakat yang sadar iptek. Insya Allah.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *