Uncategorized

REPORT! Peneropongan Matahari dalam suasana Car Free Day


Pagi itu terasa berbeda, terutama bagi penduduk kota Jakarta. Sebuah pagi yang biasanya dilewatkan begitu saja berubah menjadi lebih bergairah. Minggu, 10 April 2011, pemerintah kota Jakarta menyelenggarakan hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day) untuk kawasan sepanjang jalan Jendral Sudirman dan Sarinah Thamrin. Saat itulah saat yang tepat dimana warga Jakarta berbondong-bondong untuk tidak melewatkan kesempatan untuk datang dan berolahraga di jalan protokol kota. Selain berolahraga dengan berlari pagi, banyak juga diantaranya yang bersepeda. Sebagian besar lainnya memanfaatkan momen ini untuk sekedar bertamasya bersama keluarga, teman dan kerabat.

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta juga tidak melewatkan kesempatan ini untuk datang dan dan bergabung di tengah-tengah masyarakat untuk menyelenggarakan peneropongan matahari. Peneropongan matahari menjadi salah satu kegiatan astronomi yang menarik di tengah-tengah kesibukan masyarakat untuk berolahraga dan bertamasya. Dengan berbekal 1 buah teleskop yang dilengkapi dengan filter matahari, 10 orang dari kami berangkat pada pagi hari sebelum amatahari menampakkan dirinya di ufuk timur. Selain berharap akan langit yang cerah demi suksesnya pengamatan, kami juga berharap akan banyak masyarakat yang tertarik untuk mencoba mengintip matahari dari lubang teleskop kami.

Kami memilih tempat di dalam bundaran Hotel Indonesia , tepat di depan Hotel Kempinski dan menghadap ke arah timur. Dari sana kami mendapatkan pandangan yang cukup lebar hingga kaki langit yang kami prediksi sebagai arah terbitnya matahari. Dan benar saja, tak lama kemudian sinar matahari mulai membuncah dan menyilaukan semua pandangan kami.

Senang sekali rasanya cuaca pagi hari itu cerah, setelah pada malam harinya kami melakukan pengamatan bintang di Taman Monas, juga dengan langit yang cukup cerah. Kami sudah siap dengan teleskop kami dan mengarahkannya ke matahari.

Matahari pagi itu cukup bersih dengan hanya terdapat beberapa bintik matahari yang terlihat, mungkin saja itu yang menyebabkan langit hari itu cukup cerah 🙂

Belum lama kami membuka teleskop, terdapat beberapa orang yang sedang lewat dan tertarik dengan penampakan sebuah teleskop yang diarahkan ke matahari, terlebih ada orang yang sedang mengintip disana. Sebelum mereka bertanya sesuatu, kami sudah langsung menjelaskan dan mempersilahkan mereka untuk bergabung.

Setelah itu, banyak masyarakat yang ikut bergabung dalam pengamatan kami, banyak diantaranya yang ketertarikannya diawali oleh anak kecil yang mereka ajak dan merengek untuk mencoba. Namun setelah ikut mencoba, ternyata mereka juga menikmatinya.

Selain mengintip dan menikmati matahari, terdapat beberapa juga diantaranya yang tidak puas hanya melihat dan pada akhirnya mencoba untuk mengabadikannya.

Kegiatan ini berjalan hingga pukul 11.00 siang, saat matahari sudah tinggi menuju zenith dan mayoritas masyarakat sudah


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.