Astronomy News

Peringatan 100 tahun: Mengungkap Berbagai Prosesi Meteor Besar Tahun 1913


Lukisan ini dibuat oleh seniman dan astronom amatir Gustav Hahn menggambarkan arak-arakan meteor pada 9 Februari 1913, seperti yang diamati di High Park, Toronto. Hahn memperkirakan bahwa bola api ini melewati Rigel hingga sabuk Orion. Kredit: Arsip University of Toronto (A2008-0023). © Natalie McMinn

Bertepatan dengan 100 tahun setelah arak-arakan meteor yang dulu terjadi di atmosfer Bumi, astronom dari Texas State University dan the Astronomical Association of Queensland (AAQ) mencoba mencari jawaban dari pertanyaan yang telah lama terlupakan mengenai jarak tempuh sebenarnya dari arak-arakan meteor yang terjadi pada 9 februari 1913.

Peristiwa pada malam itu merupakan salah satu kenampakan paling memesona yang pernah terekam menerangi seluruh langit amerika utara berupa percikan api meteor akibat tumbukannya dengan atmosfer Bumi. Fenomena ini mendapat perhatian sepanjang pesisir timur laut dengan laporan datang dari New York, Pennsylvania, hinnga Toronto. Beberapa hari berikutnya laporan juga datang dari Kanada bagian barat hingga Bermuda.

Sekarang, 100 tahun kemudian, Don Olson dari Texas State dan Steve Hutcheon dari the AAQ menyelidiki laporan dan papers dalam jurnal Nature untuk menghasilkan jarak tempuh dari arak-arakan meteor yang lebih besar dari yang pernah diketahui sebelumnya. Hasilnya dipublikasi pada Sky & Telescope edisi februari 2013.

Tidak seperti hujan meteor yang umumnya terjadi, seperti Leonids atau Orionids, arak-arakan meteor pada 1913 berasal dari meteor utama yang lebih besar dan pecah saat bergesekan dengan atmosfer Bumi, menghasilkan bola api berupa meteor-meteor yang lebih kecil yang menyala terang. Bukannya jatuh kebawah dan habis terbakar atmosfer, bola api ini terbakar di jalur mereka sepanjang langit, secara horizontal, hampir sejajar dengan permukaan Bumi. Tiap meteor ini dapat dilihat selama satu menit sebelum terhantam, dan keseluruhan proses ini bisa berlangsung hingga beberapa menit atau lebih lama.

Olson dan Hutcheon mengumpulkan fakta yang menunjukan bahwa arak-arakan meteor ini melintas dari Kanada dan timur laut amerika ke arah tenggara. Ratusan meteor teramati dari Saskatchewan, Kanada hingga Bermuda, menempuh jarak lebih dari 2400 mil. Beberapa tahun kemudian laporan dari Alberta, Kanada dan Brazil melebarkan range meteor ini hingga lebih dari 6000 mil.

Penulis arak-arakan meteor ini di Nature pada 1916, William F Denning mengamati bahwa perluasan lintasan ini is without parallel in this branch of astronomy. Laporan lebih lanjut dari navigator di Lautan Atlantik Selatan mungkin saja menunjukan bahwa lintasan yang ditempuh meteor-meteor ini lebih panjang.

Denning kemudian menulis pada Journal of the Royal Astronomical Society of Canada (JRASC) bahwa meteor-meteor ini masih melintas dengan kecerlangan cukup tinggi kearah selatan hingga lautan atlantik selatan, tetapi laporan dari para navigator sendiri dapat memberikan informasi lebih banyak.

Lewat penyelidikan arsip yang sangat banyak, Olson dan Hutcheon menemukan beberapa laporan dari kapal, semua laporan tersebut belum pernah diketahui, yang menyiratkan bahwa jalur tempuh ‘parade’ ini bisa sajah lebih panjang hingga ribuan mil.

“Kita mendapat banyak informasi terutama dari arsip-arsip Inggris dan Jerman. Tercatat dokumenter dari Jerman menemukan 6 laporan sedangkan Inggris menambah satu” kata Olson. “Sekarang kita memiliki tujuh laporan baru dari log book meteorologi kapal yang memperluas jalur tempuh meteor-meteor lebih jauh dari sebelumnya. Ini adalah peta paling lengkap mengenai fenomena ini yang pernah dikumpulkan”.

Sekarang, range dari parade besar meteor 1913 diperluas lebih dari 7000 mil, menurut Olson. Itu lebih panjang dari seperempat keliling Bumi. Suatu hal yang sulit dipercaya untuk fenomena hujan meteor.

Tetapi akhir dari parade besar meteor ini belum diketahui dengan jelas.

“Mereka menghilang di Atlantik Selatan, diluar batas berlayar kapal pada umumnya” kata Olson seperti dilansir Statement.

“Kami ingin menemukan laporan dari daerah lain, tetapi belum ada hasil sejauh ini lewat pencarian dokumen dari Brazil, pulau-pulau di Atlantik Selatan, Afrika Selatan dan Australia. Bagaimanapun parade meteor tersebut masih terlihat kuat ketika dilihat kapal terakhir yang terdata” simpulnya.

Sumber: Lawrence LeBlond for redOrbit.com – Your Universe Online


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *