Astronomy News

William Shatner: Mari Kita Namai Satelit Pluto dengan Sebutan Vulcan dan Romulus


Bintang Film ‘Star Trek’ William Shatner berpose dengan gambar 2-D Canadian Astronot Chris Hadfield sebagai bagian dari kontes foto yang dijalankan oleh Badan Antariksa Kanada untuk Mempromosikan Misi Spaceflyer.
Minggu ini para astronom memerlukan penamaan bagi dua satelit pluto yang belum diberi nama, dan Captain James T. Kirk langsung menjawabnya. Aktor terkenal William Shatner, yang memerankan tokoh kapten pesawat luar angkasa di film Star Trek, ingin menamainya dengan sebutan Vulcan dan Romulus.
Pluto memiliki 5 buah satelit tapi baru tiga di antaranya yang sudah memiliki nama, yaitu Charon, Nix dan Hydra. Dua satelit yang terbaru dinamai dengan nama yang menjemukan, P4 dan P5. Dua satelit mini itu hanya berukuran 20 hingga 30 km. Pluto dan 3 satelit lama nya dinamai dari karakter penjaga pintu neraka dalam kisah mitologi yunani dan romawi, dan ilmuwan ingin meneruskan tradisi itu untuk 2 satelit terbaru.
Pluto dan Satelitnya. Sumber : NASA
 Tapi Shatner merasa para astronom di SETI institute yang mengurusi pengambilan suara ini telah mengabaikan dua julukan yang penting untuk nama satelit. Pada senin tanggal 11 februari yang lalu, lewat akun twitternya Shatner menyarankan untuk menambahkan nama Vulcan dan Romulus pada daftar 12 nama yang sudah terkumpul. Dua nama tersebut memang diambil langsung dari film Star Trek, yang dalam alur ceritanya merupakan planet bangsa alien Vulcan dan Romulan., namun ternyata dua nama tersbeut juga memiliki latar belakang dalam kisah mitologi.
Vulcan adalah dewa api dan lahar bangsa romawi sementara Romulus adalah saudara kembar Remus dalam fondasi mitologi Romawi. Para astronom yang menyerukan kampanye penamaan bulan pluto ini menerima ide nama Vulcan dan menambahkannya  ke dalam daftar, namun nama Romulus ditolak.
Mark Showalter, seorang astronom yang terlibat dalam kompetisi ini, menulis dalam blog Pluto Rocks Websites pada selasa 12 februari lalu: “Romulus, bersama saudaranya, Remus, sudah menjadi nama dari satelitnya Asteroid 87 Silvia. Keduanya ditemukan oleh tim yang diketuai oleh sahabat kuliahku, Franck Marchis, yang sekarang menjabat sebagai ilmuwan senior di SETI Institute”.
Meski begitu, Shatner tetap senang dengan hasilnya. Dalam akun twitternya @WilliamShatner pada selasa, 12 februari: “Kamu sudah dengar? Mereka menambahkan nama Vulcan ke dalam daftar yang mungkin diberikan untuk satelit pluto! Aku berhasil! Aku sangat senang”.
Nama Vulcan yang baru ditambahkan mendapatkan perhatian serius dalam 2 hari terakhir, dan langsung menjadi salah satu dari tiga kandidat utama. Bersamaan dengan tulisan ini, nama Vulcan memimpin di tempat pertama melewati nama Styx di tempat kedua dan Cerberus di tempat ketiga. Sampai saat ini terdapat lebih dari 215.000 suara telah masuk dalam kontes penamaan satelit pluto.
Satelit Pluto kelima, P5, ditemukan pada tahun 2012 oleh astronom yang menggunakan teleskop ruang angkasa Hubble. Satelit keempat, P4, ditemukan pada tahun 2011. Satelit Nix dan Hydra telah ditemukan oleh teleskop Hubble sejak tahun 2005. Sementara satelit terbesar pluto telah ditemukan pada tahun 1978. Kontes penamaan satelit pluto masih akan terbuka pada situs plutorocks.com hingga tanggal 25 februari 2013 pukul 10.00 WIB.

Sumber : Space.com


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *