Mitologi Rasi Bintang, Pertemuan Rutin

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Ke-11 HAAJ – Edisi 2013


Laporan Pertemuan Rutin ke-11
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
 
Mitologi Rasi Bintang

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta kembali mengadakan kegiatan pertemuan rutin dwi mingguan pada sabtu, 18 mei 2013. Bertempat di ruang multi media Planetarium dan Observatorium Jakarta, pertemuan kali ini membahas tentang materi yang sangat menarik dalam dunia keamatiran astronomi, yaitu Mitologi Rasi Bintang.
Pemateri sedang menjelaskan materi Mitologi Rasi Bintang
Tema materi pertemuan rutin kali ini sedianya adalah Instrumentasi Astronomi. Namun karena ada hambatan pada pengundangan Nara Sumber, tema tersebut diganti dengan tema Mitologi Rasi Bintang. Sementara itu untuk tema Instrumentasi Astronomi akan diselenggarakan pada pertemuan rutin ke-17 pada 24 agustus 2013.
Suasana Pada saat Pertemuan Rutin
Pertemuan rutin kali ini menghadirkan pembicara debutan dari pengurus HAAJ baru, saudari Zidney Haniefa, yang merupakan seorang mahasiswi jurusan Tekhnik Elektronika Universitas Negeri Jakarta. Beliau juga bekerja di Pusat Peragaan IPTEK, TMII, Jakarta.
Dalam penyampaiannya, materi diawali dengan pengertian dari definisi rasi bintang. Betapa rasi bintang bukanlah hasil dari sebuah penelitian sains, tapi lebih kepada hasil produk budaya manusia dalam menerjemahkan pengetahuannya. Dijelaskan juga seputar tujuan awal dibuatnya rasi-rasi bintang dalam berbagai kebudayaan dunia. Bahwa pada awalnya, rasi bintang dibuat untuk keperluan penyaduran cerita-cerita mitologi sebuah kebudayaan, seperti Babilonia, Mesopotamia, Yunani, Romawi dan lain sebagainya. Ada juga diantaranya yang menggunakannya sebagai alat persembahan dalam upacara keagamaan.
AstroKids! Corner
Kemudian, karena pergerakan bintang-bintang yang tetap, terjadi perluasan kegunaan dari rasi bintang sebagai alat untuk menentukan waktu dan penanggalan. Hasil perhitungannya juga digunakan sebagai panduan dalam membuat bangunan-bangunan kuno masa lalu. Pada kebudayaan yang lebih modern, pergerakan rasi-rasi bintang setiap tahunnya digunakan sebagai alat untuk membantu dalam bercocok tanam. Bahkan secara harian, rasi bintang digunakan oleh manusia zaman dahulu (bahkan hingga sekarang) sebagai alat bantu navigasi arah.
Pemateri juga menjelaskan lebih lanjut mengenai pergeseran penggunaan rasi bintang pada masa modern. Di mana penggunaan rasi bintang lebih terfokus penggunaannya dalam sistem pemetaan tata koordinat langit untuk memudahkan penelitian astronomi.
Karena itulah pemateri juga menjelaskan sejarah penetapan jumlah rasi bintang yang dalam perjalanannya bertambah tahap demi tahap hingga akhirnya secara internasional saat ini diakui terdapat sebanyak 88 rasi bintang yang menutupi segala arah penjuru langit.
Di akhir presentasi pemateri menggambarkan sedikit mengenai cerita-cerita menarik seputar mitologi rasi bintang dari berbagai kebudayaan. Umumnya berasal dari kebudayaan Yunani dan Romawi, tapi tidak luput juga cerita rasi bintang yang berasal dari kebudayaan nusantara.
Presentasi berjalan selama kurang lebih satu setengah jam dan kegiatan langsung berlanjut pada sesi tanya jawab. Pada sesi ini terdapat banyak peserta yang mengajukan pertanyaannya seputar rasi bintang. Ada diantaranya yang menanyakan perihal cerita dewa-dewa dalam kisah mitologi seuah kebudayaan. Ada juga yang menanyakan perihal teknis pemetaan rasi bintang dalam kaitannya dengan pemisahan rasi bintang zodiak dan non zodiak. Ada juga pertanyaak menarik mengenai apakah jumlah rasi bintang dan rasi bintang zodiak sama jika kita melihatnya dari planet lain.
Sesi Tanya Jawab oleh Mas Emanuel Sungging
Sesi tanya jawab pertama selesai saat azan kaghrib berkumandang. Kegiatan pun dilanjutkan dengan sesi istirahat dengan waktu yang diberikan selama satu jam.
Sebelum acara berlanjut kembali, pengurus HAAJ sempat memberikan informasi terhangat seputar astronomi. Kali ini informasi astronomi berasal dari hebohnya rekaman video yang berhasil merekam meledaknya sebuah batuan meteor yang jatuh di permukaan bulan. Video ini dapat diakses melalui situs resmi NASA.
Acara pertemuan kembali berlanjut pada pukul 19.00 WIB dan langsung dilanjutkan pada sesi review materi oleh nara sumber dan dilanjutkan kembali pada sesi tanya jawab. Setelah presentasi dan tanya jawab selesai, acara dilanjutkan kembali pada pemberioan info-info terkini seputar kegiatan HAAJ kedepan, berkaitan dengan pertemuan rutin dan rencana star party ke-2 HAAJ. Kemudian karena cuaca yang tidak memungkinkan, sesi peneropongan malam yang biasanya terlaksana sayangnya harus ditiadakan. Keseluruhan rangkaian acara berlangsung hingga pukul 20.15.
Secara umum kegiatan berjalan dengan lancar dan dihadiri sekitar 42 peserta. Pertemuan Rutin berikutnya akan kembali diselenggarakan pada tanggal 1 juni 2013 dengan materi Astrofotografi, sebagai persiapan kegiatan Star Party 2 di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, dengan tema yang sama, Astrofotografi.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *