Pertemuan Rutin

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Keduabelas HAAJ di Tahun 2013


Report Pertemuan Rutin
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
Planetarium Jakarta, 01 Juni 2013
Suasana Pada Saat Pertemuan Rutin
Seperti biasanya Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengadakan pertemuan rutin dwi mingguan.  Pertemuan ini merupakan yang ke-12, dilakukan pada hari sabtu yang lalu tanggal 1Juni 2013 di ruang multimedia dan dihadiri oleh anggota HAAJ dari berbagai usia (terlihat pada suasana pertemuan rutin di atas). Pertemuan rutin disajikan dengan format kuliah umum dan dibawakan secara populer, materi yang dibahas bertemakan “Astrofotografi” dengan narasumber saudara M. Rayhan yang merupakan ketua HAAJ pada periode tahun ini, dan sebagai Moderatornya adalah Azis Taz Sunjaya yang merupakan salah satu anggota HAAJ.
Pemateri dan Moderator pertemuan rutin ke-12, sebelah kanan Rayhan dan kiri Azis
Pada kesempatan ini, Saudara Rayhan menjabarkan tentang apa itu Astrofotografi, adapun astrofotogarafi menurut paparan Rayhan, bahwa astrofotografi adalah sebuah seni melukis cahaya yang mengkhususkan objek sasarannya pada fenomena astronomi dan benda-benda langit, seperti bintang, bulan, planet, matahari, galaksi dan sebagainya. Adapun perkembangan awal astrofogafi tidak jauh berbeda dengan fotografi yang diawali dari penemuan kamera obscura dan kamera lubang jarum pada abad pertengahan. Sampai pada saat ini perkembangan astrofotografi menjadi sangat luar biasa baik dikalangan astronom profesional dan amatir, seiring dengan berkembangnya kamera untuk astrofotagrafi baik kamera DSLR dan CCD.
Pemateri sedang menjelaskan tiga elemen dasar dalam astrofotografi

 

Dalam Presentasinya juga, Rayhan menjelaskan bagian dasar terpenting dalam astrofotografi, yakni bagaimana cara memperlakukan cahaya dalam menghasilkan pencitraan yang baik dan dirangkum dalam segitiga eksposur. Lalu dipresentasinya ia juga menjabarkan apa yang harus disiapkan dalam astrofotografi yaitu mulai dari kamera, teleskop dan aksesoris pendukung lainnya. Kemudian setelah itu ia juga menjelaskan tentang teknik dan cara memotret astrofotografi, mulai dari metode yang paling sederhana dan mudah yaitu fixed kamera, kemudian menuju ke metode piggy back atau dikenal juga driven camera. Yang padamana cara ini digunakan untuk mengambil citra objek langit yang redup dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengambilannya. Selanjutnya ia juga menjelaskan metode astrofotografi yang menggunakan kombinasi antara teleskop dengan kamera mulai dari tenik afocal, eyepiece projection, negative projection, compression, dan prime focus. Dan pada akhir paparanya sampailah ke  metode yang lebih advance yaitu metode stacking atau menumpuk gambar. Metode ini digunakan untuk pencitraan yang sangat redup dan disajikan dalam penuh warna.
Sesi pengamatan malam
Setelah kurang lebih 75 menit paparan dari sang pemateri, dan sudah memasuki waktu maghrib sesi pertama selesai pada pukul 18.00 WIB. Kemudian peserta pertemuan rutin istirahat dan disela waktu istirahat, karena keadaan langit yang cerah sesi pengamatan malam dilaksanakan. HAAJ menyediakan sebuah teleskop di area dak dekat kelas, pada malam itu kebetulan ada planet yang terlihat seperti Merkurius dan Saturnus. Peserta pun antusias  mengamatinya terlihat dari (gambar Sesi pengamatan malam), selanjutnya sesi kedua pertemuan dimulai pada pukul 19.00 WIB yaitu memasuki sesi tanya jawab.
Sesi tanya jawab
Pertemuan dilanjutkan dan dibuka pertanyan, penanya pertama adalah salah satu senior HAAJ sekaligus seorang astronom profesional yaitu mas gebi. Beliau menanyakan pada pemateri mengenai opini bagaimana peluang astrofotografi amatir terhadap kerjasama dengan astronom profesional. Jawaban dari pemateri adalah peluang ini sangat besar, dimana astronom amatir dapat melakukan penelitian dengan astronom profesional, bahkan observatorium Bosscha di Lembang sering menawarkan hal seperti ini kepada HAAJ, bahkan bila perlu bagi adik-adik siswa SMA.
Sesi tanya jawab
Salah satu pertanyaan menarik lainnya adalah pertanyaan dari seorang siswa SMA dia bertanya “bagaimana kita bisa mencoba hobi astrofotografi dimana peralatan yang digunakan harganya luar biasa mahal?”. Kemudian pemateri memberikan jawaban yang mudah yaitu cukup gabung dengan HAAJ dan cari teman di sini yang mempunyai peralatan-peralatan itu. Dalam pertemuan ini juga diulas singkat mengenai acara Star party berikutnya di Pulau Pari, dengan tema astrofotografi pada tanggal 8 Juni 2013 yang dipaparkan oleh saudara Indra Firdaus. Akhirnya acara ditutup pada pukul 20.30 WIB.
Demikian Report Pertemuan Rutin ke-12, semoga bagi teman-teman yang berhalangan hadir dapat mengetahui kegiatan rutin HAAJ ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sampai Bertemu Kembali di Pertemuan Rutin HAAJ ke-13, Sabtu 15 Juni 2013

Wassalam

W Rayet


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *