Astronomy News, Event HAAJ

Laporan Pengamatan Hilal Ramadhan 1434 Hijriah


LAPORAN HASIL PENGAMATAN HILAL RAMADHAN 1434 H

HIMPUNAN ASTRONOMI AMATIR JAKARTA

PANTAI ANYER, BANTEN – 08 JULI 2013

Hasil foto medan pandang teleskop terhadap arah hilal yang seharusnya berada. Kredit : Rayhan

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, bersama Tim dari Planetarium dan Observatorium Jakarta, melakukan kegiatan pengamatan hilal (Rukyatul Hilal) pada tanggal 08 juli 2013 di pantai Anyer, Banten. Berbekal data hasil perhitungan dari Ephemeris terbitan Depag RI tahun 2013 dan perangkat lunak simulasi astronomi Starry Night Pro Plus versi 6.4.3, HAAJ melakukan pengamatan hilal dengan bantuan teleskop Refraktor Vixen ED 115S yang dipasang di atas Vixen Atlux Equatorial Mount dengan sistem penggerak otomatis Vixen Star Book Hand Controller.

 

Peralatan yang digunakan selama
pengamatan hilal berlangsung. Kredit : Rayhan

Berdasarkan hasil perhitungan yang kami dapatkan, pada saat matahari terbenam pada pukul 17.55 WIB di daerah Anyer, Banten, hilal berada pada ketinggian 0,58o, sehingga hanya tersedia waktu 3 menit 12 detik saja untuk “berpacu” melihat hilal. Sementara itu, jarak busur bulan terhadap matahari sebesar 4,57 o dengan beda azimuth sebesar 4,54o. Pada saat itu, umur bulan baru 3 jam, 39 menit, 15 detik karena konjungsi baru terjadi pada pukul 14.15 siang harinya, sehingga fraksi illuminasi hilal hanya sebesar 0,18 %.

Dengan semua data perhitungan tersebut, secara ilmiah hilal mustahil terlihat. Hal ini berdasarkan setidaknya pada empat pertimbangan. Pertama, tinggi hilal sangat rendah sehingga ketebalan atmosfer pada arah kaki langit sangat menyulitkan. Kedua, tinggi hilal menyebabkan jendela waktu yang sangat sempit untuk dapat berpacu melihat hilal. Ketiga, jarak busur dan beda azimuth terhadap matahari terlalu dekat sehingga membuat pendaran cahaya senja “menenggelamkan” redupnya cahaya hilal. Terakhir, usia bulan yang sangat muda menyebabkan nilai fraksi illuminasi yang sangat kecil sehingga menambah parah faktor yang ketiga.

Meskipun seperti itu, kegiatan pengamatan hilal tetap kami laksanakan. Bukan untuk menghambur-hamburkan anggaran, namun untuk membuktikan bahwa hilal memang tidak dapat terlihat. Semua peralatan dan perlengkapan telah terpasang baik sejak pukul 17.00 WIB. Sejak saat itu teleskop secara otomatis mengikuti gerak matahari dan dengan sangat baik menjaga citra matahari tetap berada dalam medan pandang teleskop. Pada pukul 17.30 WIB, teleskop kami gerakkan secara otomatis ke arah hilal seharusnya berada. Teleskop terus mengikuti arah gerak hilal hingga matahari terbenam pukul 17.55 WIB. Pada saat itu, secara bersamaan kami langsung mengambil gambar arah medan pandang hilal menggunakan kamera yang disambung ke teleskop serta mengambil gambar keterangan yang tertera pada remote control teleskop bahwa hilal seharusnya ada di sana. Hasilnya adalah seperti ini:

 

Keterangan data posisi teleskop pada layar remote control yang mengarah tepat ke bulan. Kredit : Rayhan

 

Foto kondisi langit pengamatan arah barat pada pukul 17.55 WIB. Foto menggunakan kamera dengan panjang fokus 75mm.

 

Kesimpulan dari hasil pengamatan hilal kali ini adalah bahwa Hilal Tidak Terlihat.

Seluruh hasil pengamatan Tim HAAJ dan Planetarium telah dilaporkan bersamaan dengan Tim BMKG dan Kominfo yang kebetulan melakukan pengamatan hilal di situs pengamatan yang sama.

Tim HAAJ dan Planetarium Jakarta akan tetap melakukan pengamatan dan pemotretan pada tanggal 09 Juli 2013 sebagai justifikasi hilal 1 Ramadhan 1434 H.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *