Fenomena Langit

Konjungsi Bulan-Saturnus


Pada penghujung Agustus ini, giliran planet Saturnus nih yang berkonjungsi terhadap bulan.

Puncak konjungsi dapat kita lihat pada pukul 22:38 WIB tanggal 30 Agustus 2017 dimana ascensiorecta Saturnus dan Bulan sama-sama sebesar 17 jam 22 menit dengan deklinasi Saturnus -22 derajat dan deklinasi Bulan -19 derajat. Keduanya terpisah hanya sejauh 3.5 derajat busur saja di kubah langit.

Saat awal malam, sekitar pukul 18.45 WIB kita baru dapat melihat Saturnus dan Bulan yang baru saja transit atau mencapai titik tertinggi di langit. Bulan sedang berfase cembung awal (waxing gibbous) dengan usia 9 hari dan magnitudo -11.01, sedangkan Saturnus akan terlihat seperti bintang namun tidak berkedip dengan magnitudo 0.54. Keduanya sedang berada di rasi zodiak ke-13,  Ophiucus, Sang pawang ular.

Sekitar 15 derajat ke arah horizon Barat, juga akan terlihat bintang terang kemerahan, yaitu Antares, bintang paling terang di rasi zodiak Scorpio. Sedangkan di Utara ada tiga bintang terang yaitu Altair, Vega, dan Deneb yang ketiganya membentuk segitiga musim panas (Summer Triangle). Planet Jupiter dan bintang Spica pun masih sempat kita lihat di awal malam sebelah Barat sebelum mereka tenggelam sekitar pukul 20:30 WIB.

Posisi Saturnus dan Bulan yang berdekatan malam ini akan terus terlihat di langit sampai dini hari. Saturnus akan tenggelam pukul 00:50 WIB tanggal 31 Agustus 2017 disusul dengan bulan yang terbenam 2 menit setelahnya.

Sebagian pengurus dan anggota HAAJ akan mengamati fenomena tersebut di Planetarium dan Observatorium Jakarta pada acara Observasi Konjungsi Planet dan Bulan yang diselenggarakan oleh Planetarium dan Observatorium Jakarta UP PKJ Taman Ismail Marzuki. Kegian ini terbuka untuk umum tetapi kuota terbatas hanya untuk 250 pendaftar. Sayangnya pendaftaran sudah tutup hanya selang beberapa jam sejak dibuka tangggal 25 Agustus 2017.

Untuk kamu yang belum berkesempatan untuk ikut pada acara tersebut, jangan khawatir, kamu bisa melihat dari rumah masing-masing, kok. Untuk mengamati fenomena ini, tidak perlu menggunakan alat bantu seperti teleskop atau binocular. Namun, jika teman-teman ingin melihat cincin Saturnus, penggunaan teleskop tentu diperlukan.

Semoga langit cerah ya 🙂

Skema Langit saat Konjungsi Bulan-Saturnus 30 Agustus 2017

sumber: Stellarium 0.14.3


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *