Astronomy News

Hujan Meteor dan Cara Menikmatinya


Saat kamu memandangi langit yang penuh dengan gemerlap bintang-bintang, pasti kamu suka dikejutkan dengan seleret cahaya yang datangnya entah dari mana saja itu berasal. Yap, orang-orang dahulu menganggapnya sebagai bintang jatuh. Mitosnya, ketika fenomena itu terjadi mereka langsung berdoa, berharap doa mereka dikabulkan. Tapi tahukah kamu? Ternyata itu bukan bintang jatuh karena bintang tidak pernah jatuh, itulah yang disebut meteoroid.

Meteoroid kadang muncul beramai-ramai seperti hujan, makanya hal ini sering dikenal sebagai hujan meteor. FYI, Hujan meteor berasal dari satu titik yang dikenal dengan nama titik radian. Titik radian inilah yang nantinya menjadi nama hujan meteor. Karena titik radian selalu berada di salah satu rasi bintang. Contohnya, titik radian hujan meteor tersebut berasal dari rasi bintang leo, maka disebut sebagai hujan meteor Leonids. Jika berasal dari rasi bintang gemini, disebut sebagai hujan meteor Geminids dan seterusnya. Dalam satu tahun, hujan meteor bisa terjadi kurang lebih 10 kali.

Lalu, meteor itu apa sih? Meteor adalah batu-batuan atau serpihan luar angkasa yang disebut meteoroid. Meteoroid ini memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Apabila ada meteoroid yang berhasil memasuki atmosfer Bumi maka disebut sebagai meteorit.

Ukuran meteoroid biasanya hanya sebesar batu kerikil atau lebih kecil lagi. Namun, meteoroid ini hancur sebelum mencapai permukaan Bumi dan menimbulkan cahaya yang disebut cahaya meteor. Cahaya meteor itu bermacam-macam warna, yang dihasilkan oleh materi yang terkandung dalam meteoroid tersebut. Hal ini jugalah yang membuat hujan meteor disebut sebagai fenomena langit. Saking indahnya, jangan sampai kamu lewatkan ya!

Bagaimana sih cara mengamati hujan meteor? Yuk, simak hal-hal yang harus kamu perhatikan. Tentunya, kamu ingin melihat fenomena langit yang indah ini dan tidak mau kehilangan momennya, ‘kan!

  1. Cari waktu yang tepat. Misalnya, sebelum kamu ingin melihat hujan meteor Leonids, kamu harus tahu kapan rasi bintang tersebut terbit di ufuk timur, sesuai dengan perhitungan yang sudah dijadwalkan. Kamu juga butuh peta langit agar mempermudah kamu mengetahui kapan rasi bintang itu terbit dan letaknya di mana. Peta langit sekarang udah modern kok, udah tersedia di Appstore ponsel pintar kamu.
  2. Langitnya harus cerah. Maksudnya, cerah itu tidak berawan, terlihat ribuan bintang di langit.
  3. Tempat yang bebas dari polusi cahaya. Usahakan di sekelilingmu tidak ada lampu-lampu yang menerangi. Karena cahaya lampu bisa membiaskan penglihatan kamu ke langit.
  4. Abadikan momen. Ini cocok buat kamu yang suka atau hobi astrofotografi, untuk mengabadikan momen ini.

Menariknya, kamu tidak memerlukan teleskop. Karena lebih asyik melihat hujan meteor dengan mata telanjang. Biasanya, fenomena hujan meteor berlangsung setelah tengah malam. Itulah waktu-waktu langit selalu cerah. Nah, itulah informasi singkat untuk teman-teman yang ingin menikmati fenomena hujan meteor.

Salam Astronomi.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *